Tuhan memilih jalan yang sederhana: jalan kelemahan, kehinaan, dan ketaatan. Ia rela menderita dan wafat di salib demi kasih kepada manusia. Jumat Agung menunjukkan betapa besar cinta-Nya yang total.
Kasih itu sudah terlihat sejak Ia merendahkan diri, seperti saat membasuh kaki para murid. Dari sana tampak bahwa kasih sejati selalu sederhana dan penuh pelayanan.
Panggilan hidup diarahkan untuk mengikuti jalan itu: hidup sederhana, dekat dengan orang kecil, dan menyatu dengan kehidupan mereka. Jumat Agung mengajak untuk menjalani kasih dalam tindakan nyata, dengan hati yang rendah dan setia.