“Dikuatkan untuk Percaya: Sebuah Renungan Hati”

Irma Magdalena Petege

Saya merenungkan tentang sebuah kepercayaan diri. Rasa percaya diri bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Saya bukan orang yang selalu yakin pada diri sendiri. Saya justru orang yang sedang  dan akan terus  belajar untuk percaya pada diri saya.

Ada masa-masa ketika saya memilih diam padahal hati ingin berbicara. Ada saat-saat saya enggan mengangkat tangan karena merasa tidak cukup pintar. Kadang saya membandingkan diri saya dengan orang lain dan akhirnya saya merasa tidak pernah cukup baik.

Namun, perlahan semuanya mulai berubah. Saya mulai berani melangkah, meski kecil. Saya mulai berbicara, walau suara saya bergetar. Saya belajar berhenti meminta maaf pada diri sendiri dan mulai merayakan kemenangan-kemenangan kecil, nilai yang baik, pujian sederhana, atau keberanian mencoba hal baru.

Saya mengerti sekarang bahwa percaya diri tidak tumbuh dalam semalam. Ia tumbuh melalui pengalaman, refleksi dan dukungan dari orang-orang yang tetap percaya pada saya, bahkan ketika saya tidak percaya.

Dan untuk siapapun yang mungkin merasa kurang percaya diri, saya ingin berbagi: kamu tidak sendiri. Percaya diri bukanlah tujuan, tetapi langkah awal dari perjalanan panjang. Langkah pertama adalah yakin bahwa dirimu berharga.

Percayalah, semakin kamu berani hadir untuk dirimu sendiri, semakin kamu akan menyadari betapa kuat dan berharganya dirimu.

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Linkdin
Share on Pinterest

Leave a comment